Analisa Kadar Amonia dengan Elektroda Selektif Ion (ISE) yang Cepat, Akurat berdasarkan APHA

March 15, 20230

Amonia adalah senyawa anorganik yang diperlukan sebagai sumber energi dalam proses nitrifikasi bakteri aerobik. Senyawa Amonia (NH3) banyak digunakan dalam proses produksi urea, industri bahan kimia, serta industri kertas (Effendi, 2003).

Di perairan senyawa amonia yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan kesehatan manusia. Oleh karena itu, penting untuk mengukur kadar amonia dengan akurat dan efektif.

Baku Mutu Lingkungan

Berdasarkan PP No 22 Tahun 2021 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air, air baku yang memiliki kandungan amonia melebihi baku mutu lingkungan yaitu bernilai lebih dari 0,6 mg/L tidak diizinkan dibuang ke lingkungan sebelum dilakukan pengolahan air terlebih dahulu.

Pengukuran-sampel-di-lingkungan

Terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi pemilihan metode dalam penentuan kadar amonia :

  1. Range konsentrasi 

Tiap metode memiliki limit deteksi metode yang beragam. Menurut Anwar Hadi Limit Deteksi Metode adalah kadar analit minimal yang ditentukan sesuai tahapan metode pengujian secara menyeluruh sehingga menghasilkan signal dengan probabilitas 99% bahwa signal tersebut berbeda dengan blanko.

Untuk itu penting memilih metode yang tepat dengan limit deteksi metode dengan nilai dibawah nilai regulasi sampel yang dibutuhkan.

2. Adanya gangguan dari senyawa lain 

Tiap sampel lingkungan memiliki karakteristik yang berebda-beda tergantung dari kondisi lingkungan setempat seperti sapel yang keruh, banyaknya sampah disekitarnya, atau tingginya kandungan mineral yang dapat mempengaruhi keakuratan pembacaan sampel.

Beberapa senyawa pengganggu yang mempengaruhi pengukuran kadar amonia diantaranya :

  • Glisin, urea, asam glutamat, sianat, dan asetamida yang terhidrolisis dengan sangat lambat dalam larutan.
  • Senyawa alkali yang mudah menguap seperti hidrazin dan amina yang akan mempengaruhi pengukuran hasil titrimetri
  • Senyawa yang berpengaruh terhadap warna atau kekeruhan (misalnya, ion alkali seperti Ca2+, Fe2+, Mg2+, dan HS)

Senyawa penggangu tersebut perlu dihilangkan dengan proses distilasi sebelum dilakukan pengukuran.

Penentuan kadar amonia pada sampel air dan air limbah berdasarkan metode standar yang diterbitkan oleh APHA (American Public Health Association) 4500 dapat dilakukan dengan 3 metode :

  1. Metode Titrasi dengan H2SO4
  2. Metode fenat menggunakan Spektrofotometri UV-VIS
  3. dan metode ISE (Elektroda Selektif Ion)

Metode Fenat

Merupakan metode paling umum digunakan dalam penentuan kadar amonia dengan kisaran kadar 0.1 – 0.6 ppm. Metode ini menggunakan reagen fenat yang akan bereaksi dengan amonia dan membentuk senyawa kompleks yang berwarna biru. Intensitas warna biru tersebut kemudian diukur menggunakan spektrofotometer. Metode fenat mudah dilakukan, tetapi membutuhkan waktu yang relatif lama dengan sensitivitas yang rendah. Metode ini juga dapat memberikan hasil yang tidak akurat jika terdapat senyawa-senyawa lain yang dapat membentuk kompleks dengan reagen fenat seperti ion alkali yang menyebabkan sampel dengan tingkat turbiditas yang tinggi. Selain itu Penggunaa reagen fenol pada metode ini cukup berbahaya mengingat toksisitas fenol yang cukup tinggi.

Metode Titrasi

Metode yang menggunakan larutan standar untuk mengukur konsentrasi amonia dalam sampel air. Metode ini cukup sederhana, murah. Akan tetapi metode tidak dapat digunakan untuk mengukur amonia dengan kadar yang rendah < 5 mg/l, selain itu metode ini perlu dilakukan dengan proses distilasi untuk menghilangkan  senyawa-senyawa yang menginterferensi kadar amonia yang mengganggu proses analisa.

Metode Elektroda Selektif Ion

Elektroda selektif ion menggunakan membaran gas permeable yang hidrofobik untuk memisahkan sampel dari larutan internal elektroda. Meskipun diperlukan investasi yang cukup tinggi, metode ini dapat memberikan hasil yang akurat dan cepat, serta memiliki sensitivitas yang tinggi dengan rentang pengukuran konsentrasi yang luas dari 0,03 – 1400 mg/L NH3N/L.

Kelebihan Metode Elektroda Selektif Ion

ISE (Elektroda Selektif Ion) adalah teknologi yang sederhana dan terjangkau dalam mengukur tingkat pencemaran amonia dan ion lainnya (CN-, F-, S-, Cl-, NO3-, NO2-, dll) dalam perairan di Lingkungan.

Metode ini dapat memberikan hasil yang akurat dan cepat, serta memiliki sensitivitas yang tinggi. Penentuan kadar ammonia dengan ISE memiliki keunggulan diantara metode titrasi dan spektrofotometri, ISE memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan teknik lainnya, antara lain:

  • Murah dan mudah dioperasikan tanpa penambahan reagen kimia
  • Analisa yang cepat tanpa proses distilasi
  • Minimasi limbah yang dihasilkan
  • Rentang pengukuran konsentrasi yang luas dari 0,03 – 1400 mg/L NH3N/L
  • Lebih dari konsentrasi, ISE mampu mengukur aktivitas ion sehingga berguna dalam aplikasi biologis/medis
  • Mampu memantau perubahan aktivitas ion secara real time
  • Dapat menentukan ion bermuatan positif dan negatif

Lichem Center Indonesia menyediakan teknologi Elektroda Selektif Ion yang sederhana dan terjangkau dalam mengukur tingkat pencemaran amonia dan ion lainnya (CN-, F-, S-, Cl-, NO3-, NO2-, dll) dalam perairan di Lingkungan.

Berinvestasi dengan Instrumen Elektroda Selektif Ion terbaik dari SI Analytics, Xylem Brands untuk memenuhi kebutuhan Anda di Laboratorium.

Hubungi kontak :

email : info@lichemindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *