Panduan Lengkap Kalibrasi pH Meter untuk Hasil Pengukuran yang Akurat dan Tepat

March 21, 20230

Setiap alat ukur perlu dilakukan kalibrasi untuk memastikan hasil pengukuran akurat dan tertelusur ke Standar Internasional. Hal ini termasuk pada pH meter yaitu instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat keasaman dan kebasaan suatu produk secara lebih cepat dan akurat.

pH meter perlu dikalibrasi secara rutin setiap kali akan digunakan menggunakan larutan penyangga (buffer).

Apa itu Buffer?

Buffer adalah larutan yang digunakan untuk mempertahankan perubahan pH ketika asam atau basa ditambahkan ke dalam larutan, termasuk ketika larutan tersebut diencerkan, maka pH larutan tersebut cenderung tidak mberubah atau bisa dikatakan perubahannya  sangat sedikit di atas kisaran buffer yang ditentukan dari buffer pH. 

Pengukuran pH Meter

Kegunaan Buffer pH

Pada prinsipnya larutan buffer digunakan dengan tujuan untuk memastikan pH meter tertelusur akan tetapi, nilai yang dihasilkan dapat berguna untuk hal lainnya juga yaitu :

  1. Kontrol kualitas sampel / CRM
  2. Menentukan kualitas sensor / elektroda
  3. Uji profisiensi
  4. Kalibrasi elektroda yang digunakan dalam titrasi asam/basa

Kenapa kalibrasi pH perlu menggunakan Buffer standar?

Akurasi pengukuran pH meter bergantung pada standar pH yang digunakan. pH meter dikalibrasi dengan buffer standar nilainya HARUSLAH tertelusur ke Satuan Internasional.

Buffer standar yang nilainya tertelusur akan memberikan informasi yang lengkap mengenai :

  • kapan alat ukur dibuat,
  • dimana dibuatnya,
  • apa saja komponen dan komposisinya.

Ketretelusuran pengukuran (ISO 17025) sangat penting untuk semua jenis pengukuran dilaboratorium. Data pengukuran yang dihasilkan akurat dan dapat dipertanggung jawabkan.

Titik Poin Kalibrasi

Sebelum melakukan kalibrasi pH meter, penting untuk menentukan dahulu titik point kalibrasi sehingga dapat menentukan jenis buffer pH akan digunakan sesuai dengan aplikasi dan penggunaan keseharian di laboratorium.  Utamanya kalibrasi yang baik, minimal dilakukan pada 3 titik pengukuran, akan tetapi,tidak menutup kemungkinan juga dapat dilakukan pada 1 ataupun 2 titik kalbrasi. 

1. Single Point Calibration

Kalibrasi pH meter pada satu titik point kalibrasi, biasanya digunakan untuk melakukan control bahan/material dengan nilai perbedaan pHnya ± 0,5. Nilai yang dibandingkan hanya nilai mV (assymetri).

2. Double Point Calibration

Kalibrasi pH meter pada dau titik point kalibrasi digunakan dengan nilai perbedaan pHnya ± 0,5. Nilai yang diukur berupa MV (assymetri) dan slope (mV/pH).

3. Multi Point Calibration 

Digunakan untuk aplikasi sampel dengan range yang lebih luas (asam, basa, netral). Range buffer pH yang paling banyak digunakan pada poin kalibrasi pH 4, 7, 10. Nilai yang diukur berupa pH/MV, slope,dan  koefisien determinas (R²).

Prosedur kalibrasi pH meter

  1. Nyalakan tombol power pada pH meter
  2. Bilas elektroda pH dengan aquadest sebelum digunakan
  3. Klik tombol Cal/Calibration
  4. Sesuaikan titik poin kalibrasi
  5. Set titik poin kalibrasi
  6. Celupkan elektroda ke buffer pH 4
  7. Klik on, tunggu sampai pembacaan stabil
  8. Lakukan hal yang sama pada buffer pH 7 dan 10 dengan membilas terlebih dahulu dengan aquadest dan diseka menggunakan tisu sebelum dicelupkan ke buffer
  9. Setelah stabil, klik enter, dan catat nilai pH

Uji Kinerja pH Meter 

Kinerja suatu pH meter dapat ditentukan dari kualitas elektroda pH yang digunakan. Untuk mengetahui kualitas elektroda pH dapat dilakukan dengan melakukan kalibrasi pH meter secara rutin. Beberapa parameter yang dapat menentukan kualitas pH meter yang didaptakan dari hasil kalibrasi pH diantarnya nilai asimetris potensial dan nilai slope.

Asimetris Potensial

Menurut Anwar Hadi, Asimetris potensial adalah nilai potensi terukur dari elektroda yang dinyatakan dengan nilai milivolt dari elektroda referensi yang direndam dalam larutan dengan pH minimal titik 0 (zero point). Secara teoritis elektroda pH akan menghasilkan sinyal 0 mV pada pH 7.

Berdasarkan Yokogawa jika hasil asimetris 20, sensor pH Anda akan menghasilkan nilai 20mV pada pH 7 bukan bukan secara teoritis 0mV. Sebagian besar masalah dengan asimetri akan disebabkan oleh sensor referensi. Beberapa dari penyebab perubahan nilai milivolt adalah menipisnya Kalium Klorida (KCl) dari elektrolit pada elektroda referensi. Ketika nilai milivolt +/- 30mV mengindikasikan kinerja elektroda telah jenuh dan perlu adanya pergantian untuk meningkatkan akurasi pengukuran pH. 

Slope

Nilai kemiringan dari kalibrasi pH meter pada beberapa titik kalibrasi. Secara teoritis pH meter yang baik memiliki nilai slope 59,16 mV/pH pada suhu 25oC yang didapatkan dari nilai persamaan Nernst. Sedangkan batas keberterimaan nilai slope pada elektroda pH nilainya yaitu 58 ± 2 mV/pH.

Solusi Buffer pH

Untuk mendapatkan hasil kalibrasi pH meter yang tepat dalam memantau kualitas elektroda pH serta memberikan nilai pengukuran pH yang akurat makan dibutuhkan buffer pH standar dengan kualitas yang baik dan tertelusur ke standar internasional.

Lichem Center Indonesia menyediakan solusi buffer pH dari Reagecon

  • Tertelusur ke standar primer NIST 
  • Akurasi pH ± 0,005 unit pH hingga ± 0,05 
  • Buffer reagecon dapat digunakan pada berbagai jenis range pH dan range temperatur yg dapat disesuaikan dengan kebutuhan
  • Sertifikat Analisis yang dapat dilacak dan independen 
  • Range buffer pH yang luas sesuai kebutuhan di Industri Anda

Konsultasikan kebutuhan peralatan pH, elektroda dan standar CRM lainnya melalui email info@lichemindo.com

Simak juga video mengenai Teknik Kalibrasi pH meter dan Interprtasi Data Hasil Kalibrasinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *