Teknik Perawatan & Penyimpanan Elektroda pH yang Tepat untuk pH yang Akurat dan Tahan Lama

November 30, 20230

Pernahkah Chemist mengalami permasalahan dalam pengukuran pH?

Pembacaan yang tidak stabil, hasil kalibrasi yang kurang baik, ataupun elektroda pH yang mudah rusak. Selain bisa disebabkan karena pemilihan elektroda yang kurang tepat. Hal ini juga bisa diakibatkan karena kurangnya pemeliharaan yang baik dari elektroda pH yang mengakibatkan elektroda pH menjadi tidak tahan lama dan mudah rusak.

Maka dari itu penting sekali untuk melakukan pemeliharaan dan perawatan elektroda pH yang benar sehingga mampu memaksimalkan elektroda pH dengan umur dan durabilitas yang panjang untuk memberikan pengukuran pH yang akurat.

Dalam artikel ini kita akan membahas mengenai teknik pemeliharaan dan penyimpanan elektroda pH yang tepat untuk hasil yang akurat.

Perawatan & Pemeliharaan Elektroda pH

Untuk memastikan pengukuran yang akurat, penting membuat pedoman perawatan dan pemeliharaan rutin. Selain memberikan hasil pengukuran yang akurat, perawatan elektroda yang benar akan menghasilkan kinerja elektroda yang lebih baik dan umur kerja yang lebih lama. Hal ini dapat mengurangi kebutuhan korektif sehingga menghemat waktu dan uang.

Perawatan sebelum Penggunaan

Penting untuk menangani elektroda pH dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan pada membran kaca. Langkah-langkah yang perlu diterapkan dlam melakukan perawatan saat menerima elektroda :

  1. Membuka elektroda dengan hati-hati sebelum menghubungkannya ke pH meter
  2. Sesuai dengan praktik laboratorium yang baik, hanya elektroda yang disertai sertifikat kualitas yang seharusnya digunakan. Sertifikat tersebut sebaiknya disimpan untuk memberikan jejak melalui nomor lot elektroda dan disimpan untuk tujuan jaminan kualitas.
  3. Sebelum pengukuran pertama, elektroda sebaiknya digoncangkan dengan lembut sebagaimana menggunakan termometer, untuk menghilangkan gelembung udara yang mungkin telah mengendap di dalam elektroda.
  4. Untuk elektroda berisi cairan, lubang pengisian sebaiknya terbuka ke atmosfer selama pengukuran untuk memungkinkan tekanan seimbang (hal ini tidak berlaku untuk elektroda berisi gel).
  5. Elektroda sebaiknya ditopang dengan baik, idealnya dengan menggunakan penyangga elektroda.

Perawatan Saat Digunakan

Selama penggunaan perlu diperhatikan hal-hal berikut:

  • Elektroda sebaiknya dikalibrasi menggunakan dua larutan buffer yang mencakup nilai yang diharapkan dari sampel. Kalibrasi sebaiknya dilakukan setiap hari atau lebih sering jika jumlah sampel yang diuji tinggi.
  • Disarankan untuk mengaduk sampel selama pengukuran, tetapi ini tidak wajib. Prosedur yang sama harus diikuti baik untuk kalibrasi maupun pengukuran pH.2).
  • Fungsi kontrol drift meter sebaiknya diaktifkan, atau sebaliknya, waktu yang diperlukan agar nilai pH stabilisasi sebaiknya distandarisasi.
  • Elektroda sebaiknya dibilas dengan botol pencuci berisi air murni antara pengukuran. Jangan menggosok elektroda dengan tisu kertas karena hal ini dapat menghasilkan muatan statis yang menyebabkan drift(3).
  • Pastikan bagian elektrik elektroda (kabel dan konektor) tetap kering sepanjang waktu.
  • Setelah pengukuran selesai, keluarkan elektroda dari sampel. Untuk penyimpanan jangka pendek, suspensikan elektroda dalam larutan buffer pH 4 atau untuk penyimpanan jangka panjang (misalnya, semalam) dalam larutan penyimpanan elektroda yang dirumuskan khusus – ini akan memastikan elektroda tetap dalam kondisi optimal untuk waktu respons yang cepat dan untuk memperpanjang umur pakainya.

Pembersihan Elektroda pH 

Pembersihan pH Meter

Pembersihan ini harus selalu dilakukan setelah hal-hal berikut:

  1. Saat mulai digunakan setelah penyimpanan
  2. Saat mengganti larutan buffer selama kalibrasi
  3. Saat beralih antara satu sampel ke sampel yang berbeda untuk menghindari kontaminasi silang
  4. Sebelum elektroda disimpan

Elektroda yang diisi dengan cairan memiliki lubang pengisian. Saat melakukan kalibrasi dan pengukuran, lubang pengisian ini harus selalu terbuka sehingga elektrolit dapat mengalir ke dalam sampel tanpa masalah tanpa adanya stabilitas sinyal pengukuran yang menganggu, atau hal terburuknya dapat menkontaminasi sampel yang diukur dapat menembus elektroda dan merusaknya. Setelah pengukuran, lubang tersebut harus ditutup kembali untuk mencegah penguapan cairan dan menghindari penumpukan KCl.

Untuk memperoleh sinyal pengukuran yang dapat reprodusibel, disarankan untuk menggunakan kontrol stabilitas yang diprogram dalam pH meter (“Auto Read”)

“Petunjuk: Jangan pernah menggosok ujung elektroda dengan kain kering, ini akan menyebabkan muatan elektrostatik yang dapat merusak elektroda pH.

Baca juga 12 Pertanyaan Seputar Pengukuran pH dan Kalibrasi pH

Dalam Handbook pH ini, Anda akan menemukan seluruh pengetahuan yang disusun oleh berbagai Ahli mengenai pH/redoks. Dalam lebih dari 100 halaman, Anda akan mempelajari pengetahuan praktis tentang pengukuran pH dan penentuan pH. Terdapat banyak ilustrasi, tabel, dan diagram menyediakan pengetahuan yang jelas tentang cara mengukur nilai pH dengan benar, mengkalibrasi elektroda pH, teknik perawatan dan pembersihan elektroda pH, dan banyak tips dan trik lainnya dari para ahli yang akan memudahkan pekerjaan sehari-hari Anda di laboratorium dan di lapangan. Pertanyaan penting lainnya tentang parameter pH juga dijawab oleh para ahli kami dalam buku ini. Unduh buku panduan pH ini secara GRATIS.

Buku Panduan pH

Pembersihan Kontaminan 

Jika kontaminan menempel pada elektroda, maka dapat dihilangkan dengan cara sebagai berikut : 

  • Minyak dan lemak 

Sebaiknya gunakan larutan agen pembilasan yang tersedia secara komersial, atau jika perlu, larutan kaustik yang telah diencerkan pada suhu ruangan, dan hilangkan residu sepenuhnya dengan air distilasi. 

Jika menggunakan larutan kaustik, rendam sebentar dalam asam yang telah diencerkan untuk menghilangkan semua residu. Kemudian bilas dengan air distilasi secara menyeluruh.

  • Endapan kapur  

Bersihkan dengan asam sitrat atau asam asetat yang telah diencerkan (10%), kemudian bilas secara menyeluruh.

Penyimpanan Elektroda pH

Kalibrasi pH Meter

Lakukan penyimpanan elektroda setelah digunakan ke dalam electrode cap (tutup elektroda) yang disediakan yang telah diisi lagi dengan larutan 3 mol/L KCl. 

Jika mengalami kebocoran selama penggunaan,maka dapat digunakan larutan buffer pH 4 akan tetapi tidak boleh gunakan dalam jangka waktu yang lama.

Jika endapan KCl terbentuk pada tutup (electrode cap) atau pada lubang isi ulang (untuk elektroda cair) selama penyimpanan, kerak tersebut dapat dihilangkan dengan membilasnya dengan aquadest atau air hangat.

 

Ingin tahu lebih banyak?

Konsultasikan kebutuhan elektroda pH yang Tepat & Akurat sesuai Aplikasi di Laboratorium Anda dengan Tanya Lichem di Sini

Elektroda pH dan Alat Pengukur pH

 

Baca juga 7 Kesalahan Dalam Mengoperasikan Instrumen pH meter

Untuk tips lainnya mengenai pH meter dan beragam aplikasi di Laboratorium, Chemist dapat membaca artikel blog lichem di bawah ini :

Tonton juga video mengenai pH Meter di Youtube Lichem Center Indonesia

Free Class Teknik Perawatan pH

 

Mini Course Teknik Perawatan dan Pemilihan Elektroda pH yang Tepat Sesuai Aplikasi di Laboratorium

Ingin Tahu Lebih Lanjut Mengenai Teknik Perawatan pH? Tonton recording mini coursenya di sini

 

Sources

J. Barron, Ashton, C., Geary, L. Care, Maintenance, and Fault Diagnosis of pH Electrodes. Reagecon : Irlandia

https://www.xylemanalytics.com/en/company/blog/blog/2023/05/operation-care-and-storage-of-ph-electrodes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *