12 Pertanyaan Seputar Pengukuran pH dan Kalibrasi pH

November 30, 20230

Dalam artikel blog ini, Lichem akan menjawab 12 pertanyaan seputar pengukuran pH dan kalibrasi pH yang telah dilakukan pada sesi webinar mengenai “Teknik Perawatan dan Pemilihan Sensor pH yang Tepat dan Tahan Lama Sesuai Aplikasi di Laboratorium”

Webinar Pengetahuan Mengenai pH Meter dan Elektroda pH

Akses rekaman webinarnya DISINI 

 

Tanya Jawab Seputar Pengukuran pH juga dapat ditonton di video Youtube ini

1.Berapa lama sebaiknya periode penggantian elektroda pH jika rutin digunakan? 

 

Jawaban : 

Masa pakai elektroda pH tergantung dari 2 faktor : 

  1. Penyimpanan dan perawatan yang di lakukan
  2. Kesesuaian jenis elektroda dan jenis sampel yang diukur 

 

Untuk aplikasi pengujian normal di laboratorium dengan pemakaian sampel cair, elektrode pH dapat bertahan 12 hingga 18 bulan apabila penyimpanan dan perawatan nya di lakukan dengan benar seperti tidak membiarkan elektrode pH di simpan di tempat kering ataupun di tempat lembab. 

 

Namun jika elektrode pH itu menggunakan sampel yang berisi partikel lain dapat menyebabkan abrasif terhadap elektroda pH tersebut. Suhu ruangan yang panas juga dapat berpengaruh terhadap daya tahan elektroda pH, maka dari itu penting untuk menggunakan elektroda pH yang tepat sesuai konfigurasi dan aplikasi Chemist. 

 

Yang terpenting adalah kita harus mengenal elektrode pH yang kita punya, jika sudah mengenal elektrode yang kita punya dengan baik seperti jenisnya, cara perawatan dan pembersihannya dipraktikan maka elektrode pH dapat digunakan dengan waktu jangka panjang. 

2.Apa parameter perlunya dilakukan pergantian elektroda pH? 

 

Untuk pergantian elektrode pH itu sendiri bisa dilihat dari efisiensi dan akurasi hasil dari pengukuran pH. Jika nilai akurasi masih bagus (nilai slope dan offsetnya masih memenuhi syarat) maka tidak perlu di ganti.

 

Elektrode juga banyak jenis nya, ada dari reference cair dan juga yang jel dan ini juga yang harus di perhatikan. elektrode dengan reference jel tidak seperti reference cair yang dapat bertahan hingga 12 – 18 bulan, karena elektrode jel mudah terkointaminasi sehingga masa pakai nya lebih rendah daripada elektrode cair dan jika sudah terkontaminasi tidak dapat di isi ulang dan pengukuran nilai nya sudah terlalu jauh maka harus segera diganti.

3.Bagaimana meninjau kondisi probe pH meter masih layak pakai dan pemenuhan terhadap batas keberterimaannya? 

 

Hal ini bisa dilihat dari kondisi fisiknya, seperti kondisi larutan elektrolit yang sudah berkurang dan melampaui batas minimal. Jika larutan elektrolit sudah berkurang atau habis maka harus segera diisi ulang. 

 

Sedangkan untuk parameter layak atau tidaknya disesuaikan dengan kualitas elektrodanya dan pemenuhan terhadap syarat keberterimaannya.

Untuk mengetahui kualitas elektrode pH nya tersebut dapat dilakukan dengan kalibrasi atau validasi secara rutin. Umumnya kalibrasi pH meter perlu dilakukan satu tahun sekali atau lebih oleh petugas kalibrasi yang kompeten atau dilakukan oleh perusahaan kalibrasi yang sudah tersertifikasi dalam melakukan kalibrasi pH meter. Hal ini melibatkan pemeriksaan setiap fungsi instrumen untuk memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi pabrikan.

 

Akan tetapi validasi pH meter juga perlu dilakukan rutin oleh analis (uji kinerja pH meter) setiap hari sebelum alat ukur digunakan agar memastikan kondisi sensor elektroda masih dalam keadaan baik dalam memberikan hasil yang akurat.

 

Parameter yang bisa menentukan kualitas pH, didapatkan nilainya dari kalibrasi ialah nilai asimetris potensial dan nilai slope nya. 

 

Asimetris potensial adalah nilai potensi terukur dari elektroda yang dinyatakan dengan nilai milivolt (mV) dari elektroda referensi yang direndam dalam larutan dengan pH minimal titik 0 (zero point). 

*Secara teoritis elektroda pH akan menghasilkan sinyal :

0 ± 30 mV pada pH 7

138 ± 30 mV pada pH 4

-138 ± 30 mV pada pH 10

 

Jika nilai milivolt pada pH 7 nilainya melebihi 30 mV, maka perlu mengganti atau memperbaiki pH meter tersebut. Nilai kalibrasi atau uji kinerja pH ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk keputusan selanjutnya.

 

Slope adalah nilai kemiringan dari kalibrasi pH meter pada beberapa titik kalibrasi. 

Slope pada pH meter biasanya sekitar 59.16 mV, artinya ketika pH naik satu satuan, perubahan yang diharapkan pada milivolt juga sekitar 59.16. Misalnya, jika pada pH 7 nilainya 0 mV, pada pH 8 seharusnya sekitar 59.16 mV, dan seterusnya dengan peningkatan sekitar 59.16 mV per satuan pH.

Jika ada perbedaan dari nilai yang diharapkan, seperti pada contoh sebelumnya, misalnya pada pH 8 seharusnya 118.32 mV (59.16 mV x 2) namun menunjukkan 58.2 mV, terdapat offsite sekitar 8 mV.

Offsite ini menandakan adanya perbedaan dari nilai yang seharusnya terukur. Untuk mengoreksi ini, mungkin perlu melakukan penyesuaian pada elektroda atau peralatan untuk memastikan hasil pengukuran sesuai dengan yang diharapkan.

3.Kenapa ketika melakukan kalibrasi menggunakan buffer pH, ketika pada pH basa yaitu pH 10, seringkali mengalami ketidakstabilan untuk mencapai pH 10 dan bagaimana cara mengatasinya? 

 

Ada beberapa masalah yang sering timbul saat melakukan kalibrasi pH menggunakan buffer pH 10 di sini. Terutama, ketidakstabilan pH saat mencapai nilai 10. Ketidakstabilan ini terjadi karena beberapa faktor : 

 

  1. Pertama, umur buffer pH 10 itu sendiri perlu diperiksa untuk mengetahui apakah telah expired atau tidak
  2. Kedua, perlakuan terhadap buffer pH perlu diperhatikan karena banyak pengguna yang kurang memahami sifat buffer, menganggapnya tidak sensitif terhadap perubahan pH.  

 

Buffer pH sebenarnya sensitif terhadap CO2. Semakin tinggi pH-nya, semakin rentan terkontaminasi oleh CO2. Saat membuka dan menuangkan buffer ke dalam gelas kimia, ada kemungkinan terkontaminasi dengan CO2 dari udara luar, mengubah nilai pH-nya menjadi lebih rendah seperti 9.9 atau 9.8. Perlakuan terhadap buffer sangat penting. Disarankan untuk menuangkan buffer ke dalam wadah kemudian menutupnya sebelum melakukan analisis, untuk mencegah kontaminasi.

 

Pengguna juga seringkali mengembalikan sisa buffer yang telah digunakan ke dalam botolnya. Hal ini sebaiknya dihindari karena dapat mengkontaminasi buffer, terutama elektrolit referensinya. Elektroda pH memiliki elektrolit referensi yang rentan terkontaminasi oleh sampel yang diuji. Sebagai contoh, saat mencelupkan elektroda ke dalam sampel, elektrolitnya bisa keluar sedikit dan mencemari sampel, mengubah nilai potensial elektroda. Oleh karena itu, sisa buffer yang sudah terkontaminasi sebaiknya tidak dimasukkan kembali ke dalam botol buffer.

 

  1. Kondisi elektroda pH perlu dilakukan pengecekan secara rutin apakah elektroda pH sudah rusak, jenuh atau elektrolitnya habis sehingga tidak stabil melakukan pengukuran pH. 

 

Ketiga hal di atas perlu diperiksa secara rutin untuk memastikan hasil kalibrasi pH yang akurat. Jika ketiga faktor ini tidak diperhatikan dengan baik, hasil kalibrasi pH tidak akan optimal. Jadi, perlu fokus pada kondisi buffer dan elektroda pH sebelum melakukan kalibrasi untuk mendapatkan hasil yang akurat.

4.Apakah yang menyebabkan elektroda pada suatu peralatan mengalami kerusakan? 

Hal hal yang menyebabkan elektroda pada suatu peralatan mengalami kerusakan ialah : 

 

  1. Penyimpanan  yang tidak tepat

Kalibrasi pH Meter

Penyimpanan elektroda yg benar adalah elektroda tidak boleh dibiarkan dalam keadaan kering kemudian juga tidak boleh direndam dalam aquades. 

 

Elektroda harus dalam keadaan terendam dengan larutan elektrolit karena larutan elektrolit cenderung stabil sehingga ketika direndam tidak akan mempengaruhi membran dari elektroda tersebut, kemudian jenis dari elektrolit reference dan larutan yang direndam itu sama yaitu KCl sehingga tidak akan ada kontaminasi dll, tapi jika direndam dengan aquades dia akan berpengaruh dan bersifat abrasi terhadap membran pada elektroda nya itu sendiri meskipun secara kasat mata elektroda itu terbuat dari kaca tetapi sebenarnya di luar dari lapisan kaca tersebut ada lapisan gel dari elektroda nya itu sendiri. itu juga alasan kita tidak boleh mengelap dengan keras dari elektrod tersebut karena akan mengikis gel elektroda nya itu sendiri sehingga hasil dari beda potensial nya tidak akan keluar dengan sempurna. 

 

Baca juga 7 Kesalahan Dalam Mengoperasikan Instrumen pH meter

 

2. Perawatan elektroda yang tidak tepat

 

Sebagai contoh saat elektrolit reference sudah habis tidak segera diisi ulang, ini dapat menyebabkan kerusakan pada elektroda. Kemudian juga elektroda harus disimpan dengan suhu ambien dengan temperatur yang disarankan misalnya untuk elektroda yang diukur pada temperatur ambien maka dapat disimpan dalam suhu 10-40°C. Untuk elektrode dari kaca memang bisa tahan di suhu 100°C tetapi jika untuk penggunaan di suhu 120°C bisa membuat masa pakainya hanya beberapa minggu atau bahkan hanya beberapa hari saja. Banyak faktor lain selain dari penyimpanan, perawatan, dan juga penggunaannya tetapi yang terpenting atau yang paling common dalam perawatan yaitu jangan disimpan dalam keadaan kering kemudian lakukan penyipanan menggunakan suhu yang memang diizinkan sesuai spesifikasi peralatan.

 

Baca juga Panduan Lengkap Kalibrasi pH Meter untuk Hasil Pengukuran yang Akurat dan Tepat

 

5. Adjustment atau pengecekan antara pH apa harus dilakukan pada 3 buffer (4,7 dan 10)? Apakah bisa hanya pada 2 titik pH misal 4 dan 7? 

 

 

Jika (4 dan 7) boleh. karena berdasarkan panduan dari BSN untuk cek kalibrasi dari pH bisa dua hingga tiga titik. Akan tetapi jika dua titik harus membawa titik netral (titik 7) karena pH nilai dari milivolt itu sama dengan 0 ketika ada di dalam keadaan pH 7 kemudian apa slope-nya itu akan berada di 59,16 milivolt jika dalam keadaan sama dengan 7, jadi jika ingin dua titik masih boleh tetapi nilai dari titik 7 harus terbawa misalnya (4 dan 7) atau (7 dan 10) tapi jika (4 dan 10) tidak disarankan karena tidak bisa mengukur nilai slope-nya karena nilai slope tersebut diambil dari titik 0. jadi untuk konsentrasi buffer (4, 7 dan 10) lebih bagus tetapi jika ingin dua titik juga boleh dengan syarat membawa titik netralnya (4 dan 7) atau (7 dan 10)

 

6.Berapa lama rentang perawatan pH meter dan kalibrasinya?

 

Pembersihan pH Meter

 

Lama rentang perawatan pH meter yaitu setiap hari, setiap hari harus direndam, setiap sesudah dipakai analisa juga harus di bersihkan, kemudian setelah dibersihkan, ditahap pengeringan usahakan di tap tap saja, tidak boleh di gosok pakai tisu, karena nanti gel elektrolitnya yang tidak kasat mata itu akan abrasif sehingga akan berpengaruh pada pengukuran nya.

 

Sedangkan untuk rentang waktu kalibrasi nya itu tergantung dari seberapa akurat pengukuran yang memang dibutuhkan. Karena sebenarnya tidak ada penerapan kapan kalibrasi harus dilakukan, tapi dimana kita memang melakukan analisa pH, apabila nilainya dirasa lebih jauh dari yang seharusnya, mungkin disaat itulah memang seharusnya dilakukan kalibrasi. Tapi sebaiknya sebelum kita melakukan analisa kita perlu melakukan validasi ataupun uji kinerja pH yang dimaksud validasi itu misalnya kita mau melakukan analisis pH dari larutan yang memang asam, jadi sebelum melakukan analisa tersebut ada baiknya mengecek elektroda tersebut dicelupkan ke larutan buffer asam terlebih dahulu. Uji kinerja pH meter dapat dilakukan setiap hari sebelum alat ukur digunakan agar memastikan kondisi sensor elektroda masih dalam keadaan baik dalam memberikan hasil yang akurat.

 

Jadi untuk ukuran perawatan itu setiap hari,tetapi untuk ukuran kalibrasi itu tidak ada waktu yang ditentukan, jadi hal itu sangat tergantung pada user nya sendiri. Jika memang butuh hasil yang sangat akurat maka mungkin saja kalibrasi dilakukan seminggu sekali, tapi jika memang simpangan nya itu masih dirasa diterima hasilnya maka mungkin ada yang 1 bulan sekali atau 2 minggu ataupun satu hingga 2 tahun sekali.

7.Sebenernya gel KCl/AgCl tuh harus diganti saat keadaan seperti apa?

Elektroda gel itu tidak dapat diganti jadi elektro itu ada dua jenisnya ada yang memang elektrolit reference nya itu terbuat dari gel, ada juga yang memang komposisi dari elektronik reference nya itu dari cairan, perbedaannya jika signifikan kalau untuk yang cairan itu cenderung lebih tahan lama karna jika habis untuk larutan elektrolitny itu bisa diisi ulang, tapi kalau untuk yang gel memang untuk life time nya lebih pendek karna kalau yang gel itu tidak bisa diisi ulang jadi jika larutan elektrolit nya habis mau tidak mau, harus ganti 1 unit, harus ganti semuanya 1 paket dengan elektrod-elektrodny, karna si gel ini tidak bisa di isi ulang. Kalau harus diganti saat seperti apa, tentunya harus diganti saat si gel nya tersebut sudah habis.Untuk larutan kcl dan agcl itu akan ada masa habisnya baik itu dari yang sifatnya gel atau larutan tadi, karna memang setiap kita memasukan elektro itu kedalam sample itu akan ada reaksi, akan ada larutan dari elektrolit itu yang keluar dari elektrod kemudian berinteraksi langsung dengan sample yang kita analisa sehingga jika kita sering memakai, artinya sering juga yang keluar untuk reference elektrod ny, jadi nanti si reference elektrod nya itu habis. Gel ini perawatan nya harus lebih extra jika dibandingkan dengan larutan iasa, karena ketika kita analisa misalnya ada larutan reference elektrod yang keluar artinya ada kontaminan, ada juga kemungkinan si lubang tempat gelnya keluar akan tersumbat karna kontaminasi dari sample nya. Jadi kalau tersumbat yaitu cirinya jika kita melakukan pengukuran itu hasilnya memang slopny jauh. Untuk yang gel ini itu tidak bisa melakukan isi ulang dan lain lain, maka dari itulah mau tidak mau diganti. Tapi untuk pertolongan pertama nya mungkin bisa, kalau kerja di blocking seperti itu mungkin boleh direndam dulu dengan aquades, dengan waktu kurang dari 1 menit, atau lebih baik dialirkan dengan, seperti ada botol semprot aquades, kemudian diarahkan ke si elektrod nya kemudian kita alirkan terus agar si larutan kcl nya itu terbawa sehingga lubangnya tidak ter blok, coba dulu dengan cara seperti itu, kalau memang bisa, berarti masih bisa dipakai, kalau misalnya dengan cara seperti itu tidak bisa, jadi mau tidak mau harus diganti. Jadi kapan harus diganti, ada 2 faktor tadi, yang pertama kalo memang si gel nya itu sudah habis, yang kedua kalau si gelnya  ngeblocking tadi.

8.Elektroda pH di laboratorium saya berkerak garam, sudah dibersihkan tetapi tetap muncul, itu efek apa ya? 

Elektroda yang elektrolit referencenya cair itu memang lebih sering berkerak, jadi setelah diisi ulang pada lubang tempat isi ulangnya itu biasanya terdapat kristal seperti garam tidak apa-apa dimana kristal ini dapat dibersihkan dengan aquades saja, jika muncul lagi artinya ada yang bocor di luar dari lubang keluar dari AgCl/KCl itu sendiri. 

 

Untuk cara penanganannya dapat dilakukan perendaman dengan Aquades atau lebih baik lagi apabila dialiri Aquades karena jika direndam dikhawatirkan tidak dapat dikontrol, karena elektroda pH tidak boleh di rendam terlalu lama dengan Aquades.

 

9.Apabila elektrolit sudah lama tidak diganti tetapi pembacaan buffer pH masih akurat, apakah larutan elektrolit harus tetap diganti?

 

Tidak perlu, artinya elektrodnya itu secara keseluruhan masih bekerja dengan baik, selama larutan elektroda reference nya masih penuh atau setengah penuh, tidak kurang dari batas minimal dari elektrodnya itu sendir maka tidak perlu dilakukan pergantiani. Jadi lama dan tidak lama dari larutan elektrolitnya sebenarnya tidak berpengaruh selama hasilnya masih bagus, jadi tidak usah ragu karena indikator dari elektroda bagus  itu dilihat dari hasil uji kinerjanya, jadi apabila hasilnya masih bagus tidak perlu diganti hanya perlu diisi ulang saja.

 

10.Apa perbedaan elektroda pH dan redoks?

Sebenarnya untuk keduanya sama karena satuannya sama-sama milivolt, hanya saja untuk perbedaannya yaitu elektroda pH itu didapatkan dari beda potensial kemudian dikonversi ke milivolt. Sedangkan redoks itu didapatkan dari reaksi reduksi oksidasi dan tetap dikonversikan ke milivolt. Jawaban untuk keduanya adalah sama, karena hasilnya masih tetap milivolt, tapi untuk peruntukannya itu biasanya berbeda.

 

Memang ada parameter yang dibutuhkan elektroda yang ORP, kemudian ada juga yang dibutuhkan untuk elektroda ISE. ORP biasanya banyak untuk digunakan di aplikasi titrasi untuk autotitrator. Autotitrator ini sebenarnya dari proses titrasi itu pakai elektroda yang disebut ORP.

11.Komponen apa pada elektroda yang mudah rusak dan mempengaruhi keakuratan hasil pengujian? 

 

Untuk bagian yang memang paling signifikan adalah lapisan dari elektroda yaitu glass membrannya, karena memang glas membran adalah tempat menempel dari ion-ion tersebut sehingga adanya perbedaan potensial. Sehingga untuk treatmentnya  elektroda itu sangat tidak disarankan dibersihkan menggunakan lap dengan kain kasar, bila dilakukan hal seperti itu dikhawatirkan nantinya lapisan gellnya akan abrasif atau akan hilang. Hal itu akan berpengaruh ke hasil pengukuran itu sendiri. Jadi lebih disarankan ketika dibersihkan elektrod itu di lap menggunakan kain yang lembut.

12.Belakangan ini banyak beredar merek pH meter yang murah di marketplace. Apakah perbedaannya dengan merek SI Analytics yang beredar murah di pasaran? Dan bagaimana memilih pH meter dan elektroda pH yang baik? 

 

Tentunya hal yang paling utama yang tidak didaptakan dari membeli pH meter yang murah di market place adalah jaminan produk yang BERKUALITAS yang didistribusikan secara resmi melalui manufaktur elektroda pH dengan pengalaman 70 tahun sebagai leader dalam produksi elketroda pH, SI Analytics. Dengan melakukan pembelian unit pH meter dan instrumen lainnya melalui Lichem Center Indonesia, Chemist tentunya akan mendapatkan bebrapa jaminan produk, seperti garansi unit apabila terdapat kerusakaan ataupun defect pabrik, kami akan bertanggung jawab untuk melakukan maintenance oleh service engineer yang berpengalaman selama masa garansi berlaku. Selain itu Lichem juga menawarkan free konsultasi untuk memilih unit instrumen dan elektroda terbaik sesuai dengan aplikasi yang dibutuhkan di Laboratorium Chemist, sehingga Lichem dapat memastikan Chemist mendapatkan solusi terbaik dari permasalahan dan kebutuhan di Laboratorium dan Industri, Customer Solution Engineer Lichem tentunya akan dengan senang hati menjawab segala permasalahan dan kebutuhan instrumen di Laboratorium.

 

Kontak Lichem Center Indonesia

 

Seperti kita ketahui elektroda pH memiliki banyak sekali bentuk dan jenisnya yang perlu disesuaikan dengan aplikasi dan sampel di laboratorium, tentunya kita semua tidak menginginkan kerugian yang besar diakibatkan kesalahan dalam memilih instrumen atau dalam hal ini elektroda pH yang dapat menyebabkan unit instrumen tidak tahan lama, menganggu proses analisa ataupun menjadikan pengukuran tidak akurat. Sedangkan apabila membeli melalui marketplace, akan sangat terbatas untuk mengetahui informasi seperti spesifikasi alat, limit deteksi serta aplikasinya untuk pengujian di Laboratorium Chemist. 

 

Dalam Handbook pH ini, Anda akan menemukan seluruh pengetahuan yang disusun oleh berbagai Ahli mengenai pH/redoks. 

Dalam lebih dari 100 halaman, Anda akan mempelajari pengetahuan praktis tentang pengukuran pH dan penentuan pH. 

Terdapat banyak ilustrasi, tabel, dan diagram menyediakan pengetahuan yang jelas tentang cara mengukur nilai pH dengan benar, mengkalibrasi elektroda pH, teknik perawatan dan pembersihan elektroda pH, dan banyak tips dan trik lainnya dari para ahli yang akan memudahkan pekerjaan sehari-hari Anda di laboratorium dan di lapangan. 

 

  Buku Panduan pH meter

Pertanyaan penting lainnya tentang parameter pH juga dijawab oleh para ahli kami dalam buku ini. Unduh buku panduan pH ini secara gratis SEKARANG

 

Ingin tahu lebih banyak?

Konsultasikan kebutuhan elektroda pH yang Tepat & Akurat sesuai Aplikasi di Laboratorium Anda dengan Tanya Lichem di Sini

Elektroda pH dan Alat pengukur pH 

Untuk tips lainnya mengenai pH meter dan beragam aplikasi di Laboratorium, Chemist dapat membaca artikel blog lichem di bawah ini :

Tonton juga video mengenai pH Meter di Youtube Lichem Center Indonesia

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *